A. Asal-usul

“Saya tidak ingin menikah dengan seorang laki-laki yang tidak berani mengambil resiko melarikan diri dengan saya. Dia akan kelihatan lemah, baik di mata saya maupun orang lain dari desa saya bila dia meminta izin kepada ayah saya. Sebenarnya ayah saya akan melemparnya ke luar rumah bila dia mencoba melakukan hal itu” (Bartholomen, 2001: 204).

Membicarakan pernikahan Sasak, tidak bisa tidak membicarakan merarik, yaitu melarikan anak gadis untuk dijadikan istri. Merarik sebagai ritual memulai perkawinan merupakan fenomena yang sangat unik, dan mungkin hanya dapat ditemui di masyarakat Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Begitu mendarah dagingnya tradisi ini dalam masyarakat, sehingga apabila ada orang yang ingin mengetahui status pernikahan seseorang, orang tersebut cukup bertanya apakah yang bersangkutan telah merarik atau belum. Tulisan Bartholomen di atas secara jelas menunjukkan bahwa merarik merupakan hal yang sangat penting dalam perkawinan Sasak. Bahkan, meminta anak perempuan secara langsung kepada ayahnya untuk dinikahi tidak ada bedanya dengan meminta seekor ayam (Bartholomen, 2001: 195). Read the rest of this entry »

Advertisements

1. Asal-Usul

Pernikahan tidak saja merupakan cara yang paling bermartabat untuk menjamin keberadaan manusia di atas muka bumi, tetapi juga sebagai pengejawantahan dan pewarisan nilai-nilai yang dianut oleh sebuah komunitas (masyarakat). Dengan kata lain, melalui perkawinan masyarakat menjamin keberlangsungannya, dan sekaligus melestarikan, mewariskan dan membentuk peradabannya. Hal itulah yang dapat kita lihat pada pernikahan komunitas Talang Mamak yang hidup di pedalaman Provinsi Riau dan Provinsi Jambi.

Komunitas Talang Mamak merupakan proto Melayu (Melayu tua). Setelah masuknya Islam, komunitas Talang Mamak menyingkir ke daerah pedalaman. Jika Melayu secara umum identik dengan Islam, maka bagi komunitas Talang Mamak, kemelayuan identik dengan adat-istiadatnya (tradisi). Oleh karenanya, upacara pernikahanya sedikit banyak memiliki kesamaan dengan upacara pernikahan Melayu pada umumnya. Read the rest of this entry »