TRIK dan TIP Menulis SKRIPSI

January 7, 2013

Menonton film merupakan salah satu metode yang saya gunakan dalam proses pembelajaran

Menonton film merupakan salah satu metode yang saya gunakan dalam proses pembelajaran

“Bingung cari judul, Pak!”, demikianlah biasanya jawaban sebagian besar mahasiswa semester akhir (setelah semester 7) ketika ditanya skripsi atau tugas akhirnnya. Mengapa bingung? Ada banyak asumsi yang dapat diajukan, misalnya karena tidak memahami core study sehingga kebingungan hendak menulis apa, atau karena desain perkuliahan tidak “mampu” mendidik dan mengarahkan mahasiswa untuk memiliki kemampuan menulis skripsi atau tugas akhir.

Mengapa saya berasumsi demikian? Ada beberapa alasan yang dapat diajukan, antara lain: jasa konsultan (baca: pembuatan) skripsi semakin hari semakin banyak, dan bahkan dilakukan dengan terang-terangan. Kita dapat dengan mudah menemukan jasa yang demikian di iklan-iklan surat kabar dan/atau papan reklame di pojok-pojok jalan. Menurut beberapa informasi, taripnya berkisar antara 3 sampai 10 juta, tergantung tingkat kesulitan (originalitas) skripsinya. Harga tersebut akan naik berkali-lipat untuk tesis dan disertasi, yang bisa mencapai harga 30 juta.

Tulisan ini akan berbagi pengalaman bagaimana caranya agar mampu menulis skripsi dan/atau tugas akhir lainnya secara mudah dan efektif. Tulisan ini ditulis berdasarkan asumsi bahwa setiap mahasiswa yang bersiap menulis skripsi (semester tua/akhir) tentunya telah memiliki kemampuan menulis dalam kategori minimal baik. Mengapa saya mengasumsikan demikian, karena secara teoritik mahasiswa semester tua/akhir pastilah telah menulis beberapa makalah untuk beberapa matakuliah yang telah diambil. Untuk menulis makalah-makalah tersebut, tentunya si mahasiswa juga telah membaca beberapa buku untuk menyelesaikan tugas makalahnya. Dengan kata lain, disadari atau tidak, secara langsung atau tidak, mahasiswa semester akhir telah di didik untuk mampu menulis tugas akhir.

Bagaimana jika selama kuliah tidak pernah membuat makalah dan membaca buku-buku sesuai core studinya? Tentu akan sedikit berat, tetapi bukan berarti dunia akan kiamat, sehingga Anda perlu pergi ke jasa konsultan “pembuatan” skripsi. Yakinkan saja bahwa Anda mampu dan bersedia untuk bekerja lebih keras. Ingat, skripsi dan tugas akhir lainnya tidak akan selesai hanya dengan direnungkan dan/atau diratapi. Skripsi akan selesai jika apa yang ada di otak Anda dituangkan (baca: diketik) dalam kertas sehingga berbentuk tulisan.

Menulis skripsi itu mudah. Mengapa mudah? Karena sebenarnya skripsi itu adalah akumulasi dari pengetahuan yang anda dapatkan selama mengikuti perkuliahan. Jika ada yang mengatakan menulis skripsi itu sulit, mungkin yang bersangkutan “tidak serius” mengatakannya. Dia mengatakan demikian karena –berdasarkan keyakinan penulis—dia phobia mendengar kata skripsi. Bukankan telah banyak orang –jumlahnya sudah jutaan—yang telah menulis skripsi? Jika mereka BISA, Mengapa Anda bilang SULIT?

Beberapa problem yang biasanya dihadapi ketika hendak menulis skripsi. Pertama, Bingung mau menulis apa. Kebingungan ini biasanya membuat pikiran kita menemui jalan buntu; merasa bahwa apa yang hendak ditulis “tidak menarik”, atau tema-tema yang akan dikaji telah ditulis orang lain. Kebingungan sperti ini merupakan indikasi bahwa kita kurang membaca. Maka segeralah membaca, khususnya yang terkait dengan tema-tema yang kita paling suka. Ingat, jika anda tertarik (baca: jatuh cinta) dengan sebuah tema, maka menulis skripsi akan lebih mudah, nyaman, dan menyenangkan.

Kesalahan paradigmatik yang sering terjadi dalam menulis skripsi/atau tugas akhir adalah terlalu sibuk mencari judul. Sehrusnya yang dilakukan kali pertama adalah mencari tema yang hendak ditulis. Judul kan cuma permainan diksi bahasa, sedangkan tema adalah inti dari “masalah” yang anda akan tulis. Jika anda sibuk mencari judul, maka kesulitan yang akan menunggu anda adalah “dimana” anda akan melakukan penelitian. Saran saya, “cari terlebih dahulu objek yang menarik untuk diteliti, setelah ditemukan barulah membuat judul penelitian”. Sedapat mungkin, JANGAN MENULIS APA YANG INGIN ENgKAU TULIS, TETAPI TULISLAH YANG BISA ENGKAU TULIS.

Kedua, kendala birokrasi. Harus selalu diingat bahwa menulis skripsi tidak semata-mata akademik, tetapi juga birokrasi. Mulai dari awal hendak menulis skripsi, Anda langsung dihadang oleh birokrasi. Judul yang akan anda ajukan, harus mendapatkan persetujuan dulu dari dosen pembimbing akademik. Jika dosen pembimbing akademik care akan tanggungjawabnya, maka anda akan mendapatkan masukan berharga. Tetapi jika tidak, maka keberadaan dosen pembimbing akademik hanya menjadi sekedar formalitas belaka, sehingga keberadaannya tidak akan memberi nilai lebih atas kemampuan akademis mahasiswa yang dibimbingnya. Dari dosen pembimbing akademik, anda masuk ke Sekretaris Jurusan dan/atau Ketua Jurusan untuk mendapatkan ACC dan Dosen Pembimbing. Di sekretaris jurusan akan di cek apakah judul yang anda ajukan belum pernah dibahas sebelumnya dan/atau sesuai-tidaknya dengan core study yang anda tempuh.

Setelah mendapatkan persetujuan dan dosen pembimbing dari Kajur atau Sekjur, selanjutnya anda harus menemui dosen pembimbing untuk mendapatkan bimbingan dan ACC untuk diseminarkan. Dalam proses bimbingan proposal ini, anda akan mulai “tertekan” secara psikologis. Walaupun secara umum tugas dosen pembimbing adalah untuk “membimbing”, dalam artian mengarahkan dan memberikan masukan terhadap anak bimbingannya, tidak jarang dosen pembimbing memposisikan dirinya sebagai pihak yang harus selalu diikuti tanpa perlu mendengarkan argumen mahasiswa mengapa dan alasannya apa menulis tema tersebut. Setelah di ACC dosen pembimbing, selanjutnya anda mendaftar ke TU untuk dijadwalkan ujian proposal. Dari awal mengajukan judul hingga ujian proposal, waktu yang diperlukan antara 1-4 bulan, bahkan hingga 1 semester. Saran saya, SEDAPAT MUNGKIN HINDARI “BENTROK” DENGAN DOSEN PEMBIMBING.

Dalam beberapa kasus, tidak sedikit mahasiswa yang “mutung” karena merasa tidak cocok dengan gaya membimbing si dosen pembimbing, misalnya dosen pembimbing hanya dapat menyalahkan tanpa menunjukkan solusinya; tidak memberi ruang si mahasiswa untuk menyampaikan argumentasinya; atau karena alasan klasik, si dosen pembimbing terlalu sibuk sehingga tidak ada waktu untuk membimbing. Saran saya, terutana bagi yang ingin segera selesai, JIKA DOSEN PEMBIMBINGNYA CENDERUNG GAK MAU DIALOG, IKUTI AJA SARAN-SARANNYA.

Ketiga, problem lapangan (bagi yang yang melakukan penelitian lapanga). Bagi yang tidak terbiasa melakukan penelitian lapangan, biasanya akan kebingungan ketika masuk ke lapangan penelitian. Anda akan berhadapan dengan data-data yang tercerai-berai, dan tugas anda untuk mengelompokkannya. Bagi yang tidak terbiasa melakukan penelitian lapangan, tentu ini pekerjaan sulit, tapi bukan mustahil untuk dilakukan. Ada beberapa saran yang perlu saya sampaikan. (1) bacalah skripsi-skripsi dan atau buku-buku yang sesuai dan/atau mirip dengan tema yang anda teliti. Dari bacaan-bacaan tersebut, anda akan mengetahui apa yang harus ditulis dan bagaimana menulisnya. (2) jangan segan bertanya kepada teman yang dianggap mampu dan/atau kepada dosen pembimbing. (3) bagi yang masih luang (semester-semester awal), mintalah kepada dosen-dosen anda untuk dilibatkan dalam penelitian-penelitian yang dilakukan. Cari ini akan sendirinya akan mengasah soft skill anda.

Keempat, problem menulis. Secara teori, mahasiswa semester akhir pastilah sudah mampu menulis. Menulis disini ada dua bentuk. (1) menyusun kata menjadi kalimat, dan merangkai kalimat menjadi paragraph. (2) menyusun dan memilah-milah data-data hasil penelitian dalam bentuk bab-bab. Terkait problem pertama, mau tidak mau anda harus berlatih dan cobalah membaca karya-karya terdahulu bagaimana merangkai kata dan kalimat menjadi paragraph. Untuk problem yang kedua dapat disiasati dengan cara berikut. (1) Sebelum anda ke lapangan, cari dulu karya ilmiah (skripsi) yang mirip dengan tema anda. Anda dapat “membuat” struktur yang sama. Dengan cara ini anda akan memiliki gambaran apa data yang harus dicari di lapangan dan bagaimana menyusun dan menulisnya. (2) Jika tidak ada skripsi-skripsi terdahulu yang mirip dengan penelitian Anda, maka sebelum terjun ke lapangan, buatlah daftar isi skripsi sementara dan komunikasikan dengan dosen pembimbing anda. Dengan membuat daftar isi, maka anda memiliki guideline apa yang haru dicari dilapangan. PASTIKAN KETIKA HENDAK PERGI KE LAPANGAN ANDA TAHU DATA APA YANG HARUS ANDA CARI DAN DENGAN CARA APA ANDA AKAN MENDAPATKANNYA.

Kelima, problem semangat. Dalam menulis tugas akhir, ada banyak hal yang dapat merontokkan semangat anda dalam menulis, seperti: birokrasi yang lambat sehingga proses mengajukan ijin penelitian terhambat, dosen pembimbing jarang ditempat, bentrok dengan pembimbing, dan lain sebaginya. Namun adakalanya masalah timbul dari dalam diri kita sendiri, seperti tulisan kena virus sehingga tidak bisa dibuka, diputus pacar (biasanya mahasiswa yang mengerjakan skripsi akan focus pada skripsinya sehingga sikap terhadap pacarnya sedikit berubah), masalah kesehatan, dan lain sebagainya. Pada akhirnya, jadi tidaknya skripsi anda ditentukan oleh anda sendiri. Jika terus menulis, maka anda akan mampu menyelesaikannya. Tetapi jika tidak mau menulis, maka skripsi itu tidak akan pernah selesai. INGAT, SELESAI TIDAKNYA SEBUAH TUGAS AKHIR (SKRIPSI) TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN KECERDASAN SESEORANG, TETAPI LEBIH KEPADA KETEKUNAN SESEORANG UNTUK MENYELESAIKANNYA.

Dari pemaparan di atas, ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar menulis skripsi menjadi lebih mudah, nyaman, dan menyenangkan.

  1. Sadari terlebih dahulu bahwa menulis skripsi tidak semata-mata problem akademis, tetapi juga problem birokrasi. Oleh karenanya, siapkan mental untuk menghadapi kedua hal tersebut.
  2. Ketahui dan pahami persyaratan administrasinya, misalnya alur pengerjaan skripsi dan dokumen-dokumen yang diperlukan.
  3. Tulislah tema yang dapat ditulis, bukan yang ingin ditulis. Baik tidaknya skripsi tidak ditentukan oleh kesulitan tema yang ditulis, tetapi lebih kepada kemampuan menyajikannya dalam bentuk tulisan.
  4. Carilah masalah terlebih dahulu (lapangan/objek penelitian) yang akan ditulis, bukan judul penelitian. Judul penelitian akan mudah dibuat jika sudah memiliki tema yang akan ditulis.
  5. Sebelum mengumpulkan data, buatlah daftar isi sementara dari skripsi yang akan anda tulis.
  6. Kenali dan pahami karakater dosen pembimbing Anda.
  7. Jangan lupa untuk senantiasa berdoa.

 

Dalam tulisan mendatang akan saya coba untuk menulis trip dan tip mencari tema dan membuat judul, menentukan teori, metode penelitian dan analisis hasil penelitian. Salam

Semoga tulisan ini bermanfaat….

One Response to “TRIK dan TIP Menulis SKRIPSI”

  1. Chairil Abdillah said

    Sy mahasiswa smster 7 yg lagi siap2 nyusun proposal nih, jdul sdh d acc.. smoga mulus dan lancar sampai ujian akhir nnti. Nice post…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: