Prediksi siapakah yang paling valid, dokter kandungan atau dukun bayi? Demikianlah diskusi kecil antara saya dan istri setelah mendapatkan prediksi berbeda antara dokter kandungan dan dukun bayi. Membicarakan siapa yang lebih valid dalam memprediksi apakah Pak Dokter ataukah Bu Dukun Bayi tentu sangat menarik, karena mewakili dua kuasa yang berbeda, yaitu kuasa teknologi dan kuasa budaya. Sang dokter tentu memprediksi calon jenis kelamin anak saya berdasarkan informasi dari alat-alat kedokteran yang digunakannya, sedangkan Bu Dukun Bayi memprediksi berdasarkan pengalamannya menangani bayi. Siapa yang paling valid, tentu hanya dapat dilakukan kelak setelah si jabang bayi lahir.   Read the rest of this entry »

Menonton film merupakan salah satu metode yang saya gunakan dalam proses pembelajaran

Menonton film merupakan salah satu metode yang saya gunakan dalam proses pembelajaran

“Bingung cari judul, Pak!”, demikianlah biasanya jawaban sebagian besar mahasiswa semester akhir (setelah semester 7) ketika ditanya skripsi atau tugas akhirnnya. Mengapa bingung? Ada banyak asumsi yang dapat diajukan, misalnya karena tidak memahami core study sehingga kebingungan hendak menulis apa, atau karena desain perkuliahan tidak “mampu” mendidik dan mengarahkan mahasiswa untuk memiliki kemampuan menulis skripsi atau tugas akhir.

Mengapa saya berasumsi demikian? Ada beberapa alasan yang dapat diajukan, antara lain: jasa konsultan (baca: pembuatan) skripsi semakin hari semakin banyak, dan bahkan dilakukan dengan terang-terangan. Kita dapat dengan mudah menemukan jasa yang demikian di iklan-iklan surat kabar dan/atau papan reklame di pojok-pojok jalan. Menurut beberapa informasi, taripnya berkisar antara 3 sampai 10 juta, tergantung tingkat kesulitan (originalitas) skripsinya. Harga tersebut akan naik berkali-lipat untuk tesis dan disertasi, yang bisa mencapai harga 30 juta. Read the rest of this entry »