Dipijat 3 Kali, Alisha Bisa Berjalan

September 28, 2009

100_6113

Ramadhan memberikan kebahagiaan yang tiada terkira. Putri cantikku Alisha, di bulan yang suci ini telah mulai melangkah untuk menapak perjalanan panjangnya. Cerita tentang mulainya Alisha melangkahkan kakinya, berawal dari di jemputnya Alisha oleh adikku Sigit Mustofa untuk dibawa ke Jember, karena kakek-neneknya di Jember sangat merindukan tawa renyah dan binar matanya.

Tepat pada pertengahan puasa, atau 6 September 2009, Alisha ma Bundanya dibawa adikku ke Jember. Setelah nyampe Jember, banyak saudara dan tetangga yang ingin melihat Alisha, maklum sejak hadir di dunia ini, ini adalah kali kedua Alisha di Jember. Kali pertama Alisha ke Jember ketika umurnya baru 6 bulan.

Kali ini, ketika di Jember, Alisha sudah memasuki bulan ketiga belas. Alisha tumbuh menjadi anak yang bergerak secara aktif, gesit merangkat, cerewet, dan tentu saja pintar. Menyambut orang-orang yang datang, ia ulurkan tangannya untuk bersalaman, dan ia cium tangan orang yang diajak bersalaman tersebut. Banyak yang heran dengan perkembangan Alisha yang begitu pesat. Entahlah, mungkin saja perkembangan Alisha ini karena sejak lahir hingga ia umur 13 bulan selalu diberi ASI eksklusif.

Ada satu hal yang membuat para sedulur dan para tetangga agak heran, yaitu pada umur 13 bulan Alisha belum berjalan. Menurut mereka, seharusnya Alisha sudah mulai berjalan. Melihat hal ini, mereka menyarankan agar Alisha dipijat agar cepat berjalan.

Ghibeh ka bu junnah (bawa ke rumah Ibu Jun),” demikian para sedulur dan tetangga memberi saran kepada istriku, Bety Sulistywowati. Bu Jun adalah dukun pijat spesialis menjalankan anak yang “telat” berjalan. Kebetulan Bu Jun masih terhitung saudara dari keluargaku.

Akhirnya, setelah dua hari di Jember, Alisha oleh adik dan istriku dibawa ke rumah Bu Jun untuk di pijat. “ora’ jelennah ce’ delemmah (urat jalannya sangat dalam),” demikian ucap Bu Jun setelah memijat Alisha. Sungguh luar biasa, pada malam harinya, Alisha yang pada awalnya hanya bisa berdiri, mulai berani tiga sampai empat melangkah.

Tiga hari berikutnya, Alisha kembali dipijat. Setelah dipijat yang kedua kalinya ini, Alisha dapat melangkah 2-3 meter. Akhirnya, sehari setelah idul fitri, Alisha dipijat lagi untuk yang ketiga kalinya. Sungguh aneh, pada malam harinya, Alisha dapat berjalan 6-9 meter.

Ternyata, masyarakat mempunyai “kemampuan” lokal yang sangat dahsyat dalam menyikapi keterbatasannya. Namun, seiring “kemajuan” zaman hal-hal demikian semakin ditinggalkan.

Untuk melihat bagaimana Alisha belajat jalan, silahkan klik disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: