Agak Rewel: Anakku Dipijat Dukun Pijat

October 10, 2008

Alisha menikmati pijetan sang dukun

Terkadang tubuh kita terasa sangat capek dan pegal-pegal. Ketika tubuh dalam kondisi demikian, biasanya kita serba tidak nyaman, mau tidur tidak enak, mau beraktivitas malas, bahkan untuk sekedar berfikirpun terasa malas. Keadaan ini tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa tetapi juga oleh anak kecil yang baru lahir.

Anakku, Alisha Haura Afiqoh, yang baru berumur 45 hari tiba-tiba menjadi agak rewel. Sebentar-sebentar nangis, dan tidurpun tidak bisa nyenyak. Sebagai seorang ayah yang baru memiliki anak pertama, saya sangat khawatir dengan kondisi Alisha. Ketika jam 11 malam anakku bangun, dan istriku dengan sigap menyusuinya, walau kulihat mukanya sangat lelah, melintas di kepalaku untuk membawa anakku ke dokter walaupun sebenarnya aku tidak terlalu suka dengan dokter. “Bunda, kayaknya Alisha harus kita bawa ke dokter anak,” kataku pada istriku yang sedang menyusui.

“Gak usah ke dokter yah, karena biasanya kalau Alisha rewel biasanya badannya sedang tidak enak atau kecapean. Baiknya besok kita bawa Alisha ke dukun pijat anak,” Jawab istriku dengan muka agak kuyu.

Jawaban istriku tersebut sangat mengejutkanku. Apa badan anakku yang masih berumur 1,5 bulan tidak akan cidera jika dipijat? Apa tidak bahaya pada persendiannya yang sedang tumbuh? Apa ada jaminan anakku tidak apa-apa? Pertanyaan tersebut terus menghantuiku, dan semakin menguat menjelang keberangkatan ke rumah sang dukun.

Pagi itu kami berangkat dengan kakak ipar yang juga hendak memijatkan anaknya. Ketika sampai di rumah sang dukun, aku semakin deg-degan. Apalagi ketika dari dalam rumah ke luar seorang perempuan tua yang ternyata si tukang pijat.

Putri kakak iparku mendapat giliran pertama. Tanganya yang keriput dengan cekata membuka pakaian putri kakak iparku dan segera memijatnya. Setelah sekitar 15 menit, putri kakak iparku sudah selesai dipijat.

Selanjutnya giliran anakku. Aku mendekat dan memperhatikan detail apa yang dilakukan oleh sang dukun. Seperti yang dilakukan pada putri kakak iparku, sang dukun segera membuka pakaian anakku. Sebelum mulai memijat, mulut sang dukun berkomat-kamit entah membaca doa apa. Setelah itu anakku ditengkurapkan. Dia pun mulai memijat anakku. Anakku nampaknya sangat menikmati. Dia tidak menangis, bahkan sering kali kulihat mukanya menyunggingkan senyum. Setelah bagian belakang anakku selesai dipijat, anakku kemudian diterlentangkan. Pada posisi ini, anakku sempat menangis, walaupun hanya sebentar, ketika bagian perutnya diraba oleh sang dukun.

Anehnya, setelah bagian perut anakku dipijat, ankku beberapa kali ngentut dengan suara keras. ”Perut Alisha sudah enak,” kata istriku. Setelah sekitar 7 menit, Alisha selesai dipijat, dan mulut sang dukun pijat lagi-lagi berkomat-kamit membaca sesuatu dan diakhiri dengan meniup bagian punggung anakku tiga kali. Setelah itu, baju anakku dipakaikan kembali dan kami pamit pulang seraya menyerahkan uang jasa yang sangat tidak seberapa.

Setelah sampai di rumah, aku baru percaya bahwa dukun pijat itu mempunyai kemampuan yang tidak sembarangan orang memiliki. Sejak dari rumah dukun pijat, anakku tidur lelap, tidak rewel, namun sering pipis dan ngentut. Mengomentari kondisi anakku tersebut, istriku hanya bilang, ”mungkin kemarin Alisha rewel karena badannya kecapaian karena banyak gerak”.

Sang dukun berdoa dan meniupkannya ke kepala dan punggung anakku

Peristiwa tesebut menyadarkanku bahwa masyarakat mempunyai cara tersendiri untuk mencarikan solusi atas semua persoalannya. Mungkin kalau ke dokter, anakku anakku akan diberi ”obat” yang, selain mahal, bisa saja akan berakibat kurang baik pada anakku. Sedangkan ketika dibawa kedukun pijat, selain murah, ttubuh anakku masih steril dari bahan-bahan kimia.

To see the video click here

3 Responses to “Agak Rewel: Anakku Dipijat Dukun Pijat”

  1. Wah syukurlah dede alisha udah baikan..rajin rajin digosokin minyak telon aja mas tiap kali abis pipis anak bayi gampang masuk angin palagi kalau telat gantiin popoknya yang basah he he..pengalaman liat ponakan
    Salam buat keluarga semoga sehat makasih sudah berkunjung ^^v

  2. johnherf said

    Pijat untuk kesehatan menjadi penting bagi siapa pun, entah anak entah orang dewasa bahkan lansia sekalipun. Oleh karena itu, pijat untuk kesehatan sering menjadi perhatian utama kalau badan mulai terasa kurang nyaman. Apalagi anak yang tidak bisa menyampaikan rasa lelah, ia cuma bisa memberi tanda. Hanya orang tua yang peka mampu membaca tanda yang disampaikan oleh anak. Artikel itu sungguh menarik.

  3. Ahmad Salehudin said

    Terkadang kita terlalu mendewakan pengobatan modern sehingga lupa bahwa masyarakat sendiri mempunyai kearifan lokal, yang murah tapi sangat bermanfaat. Padahal pengobatan modern adakalanya menyebabkan tubuh kita (dan anak-anak kita)menjadi teracuni….selain itu juga mahal biayanya he…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: