1. Asal-Usul

Idul Fitri adalah hari kemenangan, di mana umat Islam difitrahkan (disucikan) kembali setelah menjalankan ibadah puasa. Kesadaran akan capaian mereka kembali kepada jati diri nan fitri itu diharapkan akan menjadi semacam pengawasan yang melekat dan bahkan spirit dari dalam diri yang kuat untuk terus meningkatkan kualitas hidupnya, sebagaimana telah dilakukan pada bulan puasa. Setelah dididik melalui momentum puasa, maka untuk merayakannya umat Islam mengadakan syukuran atas nikmat fitri (kesucian seperti bayi yang baru lahir) yang dikaruniakan Allah melalui Idul Fitri.

Read the rest of this entry »

1. Asal Usul

Pakaian merupakan salah satu pencapaian kebudayaan manusia. Ia tidak saja dibuat untuk melindungi tubuh dari dinginnya malam dan teriknya matahari (fungsi perlindungan), serta perhiasan (fungsi keindahan), tetapi juga sebagai bentuk pemenuhan terhadap kebutuhan spiritualnya. Berkelindannya nilai-nilai tersebut dapat ditemukan pada Kain Kulit Kayu yang dibuat oleh masyarakat Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.

Kain Kulit Kayu mempunyai banyak nama. Disebut ivo dan kumpe oleh masyarakat di daerah Pandere dan Kulawi; ranta oleh masyarakat Bada; dan inodo oleh masyarakat Besoa. Namun, secara umum masyarakat Donggala menyebutnya kain vuya (http://jgbua.wordpress.com).

Read the rest of this entry »

1. Asal-Usul

Ramadhan merupakan bulan istimewa. Bak seorang tamu agung dan suci, Ramadan selalu disambut penuh antusias oleh umat Muslim. Masyarakat di berbagai daerah memiliki cara-cara yang berbeda untuk menyambutnya. Perbedaan cara tersebut dipengaruhi oleh kondisi sosial, budaya, dan latar belakang sejarah yang menyertai masyarakat serta, secara khusus, persepsi dan pengharapan terhadap bulan Ramadhan itu sendiri. Karena prosesnya berlangsung sejak lama dan bersifat turun-temurun, maka formalisasi cara-cara tersebut menjadikannya sebagai sebuah tradisi. Read the rest of this entry »