Baayun Mulud: Upacara Memperingati Kelahiran Nabi Muhammad SAW di Kalimantan Selatan

June 24, 2008

1. Asal-Usul

Bulan Rabiul Awwal merupakan salah satu bulan bersejarah dalam kalender Islam. Pada bulan ini, tepatnya tanggal 12 Rabiul Awwal nabi Muhammad SAW, lahir ke muka bumi. Oleh karena itu, bulan Rabiul Awwal oleh sebagain umat Islam disebut juga dengan nama bulan maulud atau bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Kelahiran Nabi Muhammad merupakan salah satu nikmat terbesar bagi umat Islam. Bekait dengan hal tersebut, pada bulan ini, tepatnya setiap tanggal 12 Rabiul Awwal, ada sebagian umat Islam yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan khusus untuk menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, seperti upacara Baayun Mulud yang diadakan oleh masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan.

Baayun Mulud terdiri dari dua kata, yaitu baayun dan mulud. Kata Baayun berarti melakukan aktivitas ayunan/buaian. Aktivitas mengayun bayi biasanya dilakukan oleh seseorang untuk menidurkan anaknya. Dengan diayun-ayun, seorang bayi akan merasa nyaman sehingga ia akan dapat tidur dengan lelap. Sedangkan kata mulud (dari bahasa Arab maulud) merupakan ungkapan masyarakat Arab untuk peristiwa kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, kata Baayun Mulud mempunyai arti sebuah kegiatan mengayun anak (bayi) sebagai ungkapan syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW sang pembawa rahmat bagi sekalian alam. Oleh karena yang diayun dalam upacara tersebut adalah anak kecil, maka upacara ini juga disebut upacara Baayun Anak.

Selain sebagai ungkapan syukur, pelaksanaan upacara ini juga untuk mengambil berkah atas kemuliaan Nabi Muhammad SAW. Harapannya, anak yang diayun mempunyai kepribadian sebagaimana Nabi Muhammad SAW, dan menjadi muslim yang taat dan bertakwa kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Upacara Baayun Mulud tidak saja diikuti oleh masyarakat yang berada dalam satu wilayah (baca: kampong), tetapi juga dari daerah lain. Bahkan dalam perkembangnnya, upacara Baayun Mulud tidak hanya untuk anak kecil tetapi juga orang-orang lanjut usia yang diwaktu kecilnya belum sempat diayun (baca: mengikuti upacara ini).


To read complete article click.. here..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: