Jamaah Nahdliyin Mataram di Arena Musyawarah Anak Muda NU

Jamaah Nahdliyin Mataram di Arena Musyawarah Anak Muda NU

Siang menjelang Ashar, di Senin 3 Agustus 2015, di sisi utara Masjid Alon-alon Jombang. Nampak seorang pengendara motor sedang “berdebat” dengan seorang tukang parkir. Melihatnya aku berusaha mendekat. Rupanya si pengendara sepeda motor sedang memaksa agar diijinkan parkir di tempat tersebut. Di tengah adu argumen tersebut, aku mendengan si pengendara mengucapkan mantra ampuh, “Saya peserta Muktamar”. Namun, si tukang parkir tidak mau kalah. Dia bilang, “semua yang parkir di sini juga peserta muktamar pak, katanya dengan tersenyum. Si Bapak pengendara motor ngeloyor pergi, dan aku pun belalu sambil ngakak, hahahahah….. Read the rest of this entry »

Humaira lagi action mau difoto ayahnya

Humaira lagi action mau difoto ayahnya

“Adiknya Alisha namanya siapa?” demikian bunyi SMS, BBM, inbox dan wall FB yang selalu menyapaku. Pertanyaan bertubi-tubi tentang siapa nama putri keduaku, membuatku semakin bingung untuk memberinya nama. Bingung karena saya termasuk orang yang percaya bahwa nama adalah doa dan harapan kedua orang tuanya. Oleh karena itu, menurut saya, nama tidak boleh hanya bagus untuk diucapkan, tapi juga harus memiliki “jiwa” dan “tuah”. Yach “jiwa” dan “tuah” yang dengannya seorang anak akan bangga dengan namanya; seorang anak akan “menjadi,” seperti nilai “doa” yang ada dalam namanya. Read the rest of this entry »

Humaira umur sehari

Humaira umur sehari

Sesaat setelah anakku lahir, aku segera kirimkan fotonya kebeberapa sahabat, baik yang ada di Yogya maupun di luar Jogja, baik dengan SMS, BBM, maupun Facebook. Tak lupa juga aku bilang, “telah lahir putri kedua kami, Berat Badan 3,4 Kg, dan Panjang Badan 49 cm. Terikasih atas support dan doanya.” Sangat banyak yang mengucapkan selamat atas kelahiran putri kami, dan atas itu semua saya membalas dengan ucapan terimaksih. Read the rest of this entry »

sesaat setelahhumaira lahir

sesaat setelahhumaira lahir

25 Maret 2013, pukul 08.55, telah lahir putri kedua kami secara cesar, dengan Berat Badan 3,4 kg dan Panjang Badan 49 cm. Ada banyak cerita dibalik kelahiran putri kedua kami tersebut, selain karena lahir dengan cesar, juga proses menuju kelahirannya juga relatif berliku. Berbeda dengan putri kami yang pertama, Alisha Haura Afiqoh, dimana istriku dalam proses menunggu kelahiran berada di Madiun Jawa Timur, sehingga saya tidak bisa mendampingi istri setiap hari, kehamilan untuk putri kedua kami, istri saya tetap tinggal di jogjakarta. Read the rest of this entry »

saat masih bekerja di www.melayuonline.com

saat masih bekerja di http://www.melayuonline.com

Saya mulai mendengar dan mengenal kata MLM ketika masih sekolah di MAN (setingkat SMA) di Jember, tahun 1996-an. Mengetahuinya sebenarnya tidak sengaja. Kakak kelasku sedang bercerita kepada temannya tentang bisnis yang sedang digeluti kakaknya: sangat mudah dikerjakan tetapi menjanjikan uang berlimpah. Konon, dari usaha yang digelutinya itu, sang kakak sudah hidup nyaman dan mapan di Surabaya: punya rumah bagus dan beberapa mobil. Belakangan saya ketahui, bisnis itu bernama MLM (muti level marketing). Read the rest of this entry »

Prediksi siapakah yang paling valid, dokter kandungan atau dukun bayi? Demikianlah diskusi kecil antara saya dan istri setelah mendapatkan prediksi berbeda antara dokter kandungan dan dukun bayi. Membicarakan siapa yang lebih valid dalam memprediksi apakah Pak Dokter ataukah Bu Dukun Bayi tentu sangat menarik, karena mewakili dua kuasa yang berbeda, yaitu kuasa teknologi dan kuasa budaya. Sang dokter tentu memprediksi calon jenis kelamin anak saya berdasarkan informasi dari alat-alat kedokteran yang digunakannya, sedangkan Bu Dukun Bayi memprediksi berdasarkan pengalamannya menangani bayi. Siapa yang paling valid, tentu hanya dapat dilakukan kelak setelah si jabang bayi lahir.   Read the rest of this entry »

Menonton film merupakan salah satu metode yang saya gunakan dalam proses pembelajaran

Menonton film merupakan salah satu metode yang saya gunakan dalam proses pembelajaran

“Bingung cari judul, Pak!”, demikianlah biasanya jawaban sebagian besar mahasiswa semester akhir (setelah semester 7) ketika ditanya skripsi atau tugas akhirnnya. Mengapa bingung? Ada banyak asumsi yang dapat diajukan, misalnya karena tidak memahami core study sehingga kebingungan hendak menulis apa, atau karena desain perkuliahan tidak “mampu” mendidik dan mengarahkan mahasiswa untuk memiliki kemampuan menulis skripsi atau tugas akhir.

Mengapa saya berasumsi demikian? Ada beberapa alasan yang dapat diajukan, antara lain: jasa konsultan (baca: pembuatan) skripsi semakin hari semakin banyak, dan bahkan dilakukan dengan terang-terangan. Kita dapat dengan mudah menemukan jasa yang demikian di iklan-iklan surat kabar dan/atau papan reklame di pojok-pojok jalan. Menurut beberapa informasi, taripnya berkisar antara 3 sampai 10 juta, tergantung tingkat kesulitan (originalitas) skripsinya. Harga tersebut akan naik berkali-lipat untuk tesis dan disertasi, yang bisa mencapai harga 30 juta. Read the rest of this entry »

Pembekalan Wisudawan-wisudawati Fakultas Ushuluddin, Studi Agama, dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Begitu tapak kaki memasuki Januari 2011, saat itupula sebuah lintasan perjalanan bersama kawan-kawan mahasiswa Perbandingan Agama UIN Sunan Kalijaga Sunan Kalijaga Yogyakarta telah terbentang sepanjang 1 tahun. Bukan lintasan yang cukup panjang, tapi saya kira sudah relatif cukup untuk menhasilkan jejak yang tidak terlalu samar. Memang hasil belum dapat dilihat, tapi proses pembelajaran yang telah dilakukan perlu direnungkan agar tidak sekedar menjadi ritualitas. Read the rest of this entry »

Menyerap Spirit Patriotisme Kesultanan Serdang

1

Istana Kesultanan Serdang

Setelah meninggalkan kompleks Istana Maimoon, tim Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) bergerak menuju Kabupaten Serdang Bedagai untuk menapak tilasi sejarah kebesaran Kesultanan Serdang. Sebagaimana telah disampaikan pada laporan perjalanan sebelumnya, tamasya budaya untuk menapak tilasi kebesaran Kesultanan Serdang tidak akan diikuti oleh Pemangku BKPBM, karena pada saat bersamaan harus menemui Tuanku Lukman Sinar Basarsyah II untuk mematangkan rencana kerjasama BKPBM dengan Kesultanan Serdang. Read the rest of this entry »

Istana Maimoon: Cerita Kejayaan yang Hampir Terlupakan

Tim BKPBM bersama pengurus YASMAR di depan Istana Maimoon

Pagi itu (29 Juli 2009) sekitar pukul 09.30 WIB, tim BKPBM yang terdiri dari Mahyudin Al Mudra, SH. MM., Dr. Aris Arif Mundayat, Yuhastina Sinaro, SST.Par., Ahmad Salehudin, MA., dan Aam Ito Tistomo ditemani Bang Harris (driver) kembali memasuki kompleks Istana Maimoon. Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.